Welcome to PembicaraWahid.com

Direktori Pembicara Seminar dan Motivator Indonesia

PembicaraWahid.com

Stay Connected & Follow us

Simply enter your keyword and we will help you find what you need.

What are you looking for?

  /  Business   /  4 Cara Memasarkan Webinar Agar Optimal

4 Cara Memasarkan Webinar Agar Optimal

Jika sebelumnya Anda telah membaca artikel kami Pentingnya Webinar Bagi Eksistensi Sebuah Brand, Anda telah mengetahui bahwa webinar dapat membantu Anda membangun hubungan yang baik dengan pelanggan Anda. Dengan hubungan yang baik itu Anda dapat memasarkan dan meningkatkan jumlah penjualan produk atau jasa Anda jauh lebih banyak. Sebagaimana dilansir dari Content Marketing Institute, 58% persen content marketers menggunakan webinar sebagai salah satu strategi marketing mereka. Anda bisa melihat bahwa sat ini, webinar telah terbukti sebagai salah satu cara terbaik menghasilkan lebih banyak revenue bagi setiap bisnis.

Webinar sendiri merupakan singkatan dari web seminar. Sesuai dengan namanya, webinar bergantung pada situs web atau aplikasi tertentu untuk menayangkan suatu program seminar sesuai dengan jasa atau produk yang ditawarkan. Seperti yang disebutkan sebelumnya, jika dikombinasikan dengan strategi pemasaran yang tepat, Anda tak hanya dapat meningkaatkan revenue, tapi juga bisa membangun hubungan yang lebih erat dengan konsumen sekaligus memposisikan diri sebagai ahli di bidang yang ditekuni.

Sebuah webinar yang telah direkam sebelumnya bahkan juga bisa menjadi sumber revenue tambahan bagi bisnis Anda. Anda tak perlu menjadi seorang salesperson yang andal untuk memasarkan webinar yang telah direkam sebelumnya. Berikut kami merangkum beberapa cara memasarkan webinar yang telah direkam secara efektif hanya untuk Anda.

Sebuah webinar yang telah direkam sebelumnya bahkan juga bisa menjadi sumber revenue tambahan bagi bisnis Anda.

1. Awalilah dengan riset yang tepat

Tahapan awal dari semua proyek adalah riset. Dan riset yang baik berperan penting untuk keberlangsungan strategi yang ingin dijalankan. Anda perlu mendapatkan informasi mengenai apa yang ingin dituju. Di saat yang bersamaan, Anda juga perlu memastikan jika webinar terekam dengan baik dan dapat digunakan dengan seharusnya. Riset tipe topik yang ingin dibahas dengan seksama.

Anda juga perlu mengecek kompetitor untuk mengetahui ide-ide apa saja yang telah digunakan dan bagaimana Anda dapat menghadirkan sesuatu yang berbeda dari lainnya. Anda harus mengenal audiens sebaik mungkin jika ingin menarik perhatian mereka. Fokuslah pada kebutuhan dan keinginan mereka, kepada ruang diskusi yang ingin mereka masuki.

 

2. Kenali lebih dekat calon audiens Anda

Jika sudah melakukan riset, selanjutnya Anda perlu mencari cara yang tepat untuk berhubungan dengan audiens Anda. Ketika menawarkan webinar yang telah direkam sebelumnya, Anda tidak akan bisa berinteraksi dengan audiens. Ini bisa mempengaruhi bagaimana Anda berhubungan dengan konsumen loyal dan potensial. Anda dapat mencoba untuk melibatkan sesi tanya jawab untuk membangun hubungan antara brand Anda dengan audiens. Dipastikan masalah tersebut bisa diatasi. Anda bisa memberitahu audiens jika Anda akan menjawab beberapa pertanyaan di akhir webinar. Selain itu, agar audiens tidak bertanya-tanya kapan pertanyaan mereka akan dijawab, sangatlah penting untuk memberikan perkiraan waktu pemberian jawaban tersebut.

Catat pertanyaan yang diterima dan jawablah di webinar yang Anda rekam. Dengan demikian, para penonton merasa bisnis Anda benar-benar memperhatikan mereka dan kebutuhan mereka. Cara ini akan membantu dalam membangun hubungan antara bisnis dan pelanggan yang kuat.

3. Buatlah penawaran yang tidak dapat ditolak

Apakah yang dibutuhka oleh audiens Anda? Apakah Anda memiliki penawar untuk kebutuhan mereka? Pastikan jika jawabannya adalah YA. Anda harus membuat penawaran Anda menjadi pilihan terbaik yang bisa audiens Anda dapatkan, dan bukan yang lainnya. Buatlah audiens atau konsumen Anda percaya bahwa penawaran Anda memiliki banyak keuntungan dan dapat memecahkan masalah mereka lewat penawaran solusi-solusi yang dibahas dalam rekaman webinar Anda.

Sebagai contoh, jika Anda tengah memasarkan kursus online, disarankan untuk menawarkan audiens pengetahuan berkualitas mengenai sebuah topik yang sering sulit dipahami oleh konsumen. Tawarkan solusi sederhana yang dapat menjangkau konsumen yang jauh lebih luas. Cara lain yang bisa Anda lakukan untuk meningkatkan jumlah penjualan adalah dengan menawarkan teaser atau satu bagian webinar gratis dalam waktu terbatas kepada semua e-mail konsumen Anda. Agar semua orang dapat melihat teaser atau bagian webinar tersebut, pastikan tautan replay video berlaku hingga 48 jam.

 

4. Kirim email pengingat tentang bonus khusus

Manfaaatkan dengan optimal email subscription sebagai sarana penawaran eksklusif. Siapkan email pengingat otomatis yang menguraikan bagaimana cara mendapatkan rekaman webinar tersebut dan semua bonus khusus yang telah disiapkan. Disarankan pula untuk membuat setidaknya tiga email follow up sebagai pengingat. Untuk meningkatkan urgensi konsumen agar secepatnya mengambil tawaran tersebut, Anda juga bisa memasukkan timer ke dalam email.

Berbeda dengan menjual webinar yang diadakan secara langsung, memasarkan rekaman webinar adalah kegiatan yang cukup menantang. Segera setelah Anda berhasil mendapatkan topik webinar yang tepat dan bisa membuka ruang diskusi bagi audiens, merekam webinar, serta membuat landing page yang menarik, gunakan tips di atas untuk bisa memasarkan webinar secara mudah.

Atau jika Anda ingin menjual tiket webinar live Anda dengan lebih mudah, Anda dapat menggunakan PembicaraWahid.com sebagai solusinya.

Post a Comment