Butuh Pembicara? Call us +62 812 6988 6575
Advanced
Search
  1. Home
  2. Cara Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) Sebuah Event
Cara Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) Sebuah Event

Cara Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) Sebuah Event

  • October 18, 2021
  • 2 Likes
  • 227 Views
  • 0 Comments

Anda ingin membuat event dalam waktu dekat? Jangan lupakan proses membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB)  untuk event Anda. Membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) event menjadi suatu hal yang penting untuk Anda lakukan. Dana adalah amunisi utama yang harus dipersiapkan secara matang dalam sebuah pengelolaan event. Dengan membuat rencana anggaran biaya (RAB), penyelenggara dapat mengetahui seberapa banyak dana yang dibutuhkan untuk mensukseskan jalannya event. Dengan kata lain, RAB diperlukan untuk mem-break-down item pekerjaan secara details terperinci dengan biaya yang di keluarkan sehingga tidak ada yang terlewatkan.

Cara yang paling umum jika Anda ingin membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah dengan berpedoman pada tujuan event yang diselenggarakan. Tujuan event ini bisa dibedakan berdasarkan jenis kegiatannya (misalkan untuk event amal atau untuk komersil) juga berdasar besar-kecilnya event. Semakin besar skala event yang akan dibuat, maka semakin kompleks dalam membuat rencana anggaran biaya (RAB).

“Cara yang paling umum jika Anda ingin membuat Rencana Anggaran Biaya (RAB) adalah dengan berpedoman pada tujuan event yang diselenggarakan.”

Masih bingung? Anda dapat menggunakan 6 tips di bawah ini untuk membuat rencana anggaran biaya event Anda selanjutnya :

1. Buat Break-down acara secara detil.

Hal ini berfungsi untuk mengetahui secara rinci berbagai kebutuhan event, dari hal terkecil hingga yang paling besar. Sebuah break-down acara dapat mempermudah Anda dalam penetapan harga tiap komponen barang, dan mempermudah dalam memberikan tanggung jawab pada tiap divisi panitia.

2. Lakukan survey harga.

Cara membuat rencana anggaran biaya event Anda selanjutnya adalah dengan melakukan survey harga. Survey harga merupakan satu hal yang tidak boleh dilewatkan untuk mengetahui secara pasti semua harga kebutuhan event. Jangan sepelekan hal-hal kecil yang sering kali luput dari perhatian. Pastikan harga yang didapat adalah harga pasti di pasaran dan bukan hasil dari perkiraan saja. Untuk efisiensi, pilihlah supplier atau vendor yang bisa memberikan harga paling rendah namun mampu memberi kualitas terbaik.

3. Survey biaya keamanan dan perijinan event.

Perijinan menjadi satu hal yang tidak kalah penting untuk dilakukan saat menyelenggarakan event. Untuk itu lakukan survey prosedur perijinan beserta biaya keamanan yang dibutuhkan dalam event tersebut. Event yang diselenggarakan untuk skala lokal biasanya akan memiliki prosedur yang berbeda jika dibanding dengan event skala nasional. Begitu juga dengan biaya keamanannya. Tingkat perijinan keamanan untuk event yang memobilisasi massa tinggi biasanya memiliki prosedur dan biaya yang berbeda jika dibandingkan dengan event lokal. Setiap daerah biasanya memiliki kebijakannya masing-masing.

4. Survey biaya publikasi dan perijinannya.

Media publikasi merupakan sarana untuk menginformasikan event kepada publik yang lebih luas. Biasanya untuk perijinan publikasi seperti spanduk, baliho, poster maupun media luar lainnya dapat diurus di pemerintah kota/pemerintah kabupaten di tiap daerah. Mintalah daftar biaya pajak masing-masing titik dengan detail. Setiap tempat biasanya akan memiliki harga yang berbeda-beda. Dalam membuat rencana anggaran publikasi, daftar biaya pajak bisa dicantumkan secara detail. Tentunya juga ditambah biaya produksi, dan biaya pemasangan.

5. Survey pajak hiburan dan prosedurnya.

Secara umum pajak hiburan adalah 10% dan dapat dibayarkan ke Dispenda. Angka ini bisa dijadikan sebagai patokan berapa pengeluaran pajak yang harus kita bayarkan.

6. Membuat Rencana Anggaran Biaya cadangan.

Harapan dalam membuat event terkadang tidaklah sesuai dengan kenyataan yang ada. Untuk itu buatlah rencana antisipasi dengan membuat rencana anggaran belanja (RAB) event cadangan. Meskipun terlihat sepele, hal ini akan berguna pada saat pendapatan event di luar ekspektasi. Sebagai contoh misalnya banyak sponsor yang tidak goal, minimnya donasi, penjualan tiket tidak sesuai target, dan lain-lain. Tidak ada yang sulit dalam membuat rencana anggaran belanja (RAB) asalkan kita sudah menyusun paket – paket nya terlebih dahulu makan turunan details akan sangat mudah di jabarkan.

  • Share:

Leave Your Comment